Menjadi sebuah ironi saat kita terjebak situasi seperti ini
Pikiranku berkata TIDAK, tapi hati tak mau tau..ia tetap ada, menyapa dan menerima..
Dia datang pada saat dimana aku sedang merasa sangat kehilangan, hari-hariku sedang membosankan dan menyedihkan. Dia datang mengisi malam, membiasakanku tak tidur hingga fajar. Dia datang dengan tak sengaja, terbiasa karena obrolan yang panjang, membuat nyaman.
Dia datang dengan membawa cerita cintanya, mengungkapkan semua isi hatinya seolah akulah yang paling bisa dia percaya. Hingga akhirnya setiap malam aku menunggunya dan tersadar ternyata "aku jatuh cinta"
Entahlah, aku tidak tahu kapan cinta itu hadir dalam hatiku dan aku juga tak mengerti mengapa cinta itu datang begitu cepat. Dan yang lebih aku tak mengerti mengapa aku harus mencintainya, padahal tak pernah ada keinginan untuk hal itu.
Berteman…mungkin dia akan jadi seorang teman yang baik, yang selalu mau mendengar keluh kesahku setiap hari
Berpacaran…mungkin dia akan jadi seorang pacar yang setia,
Berteman atau berpacaran aku tak peduli. Aku merasa nyaman…
Dia selalu menjalani kehidupannya dengan santai, seolah dia merasa tidak pernah terjadi apa-apa di kehidupan cintanya dan bagaimana selanjutnya, dia biarkan hidupnya mengalir. Tapi itulah yang ku suka, tapi hal itu pula yang pada akhirnya membuat aku benci, karna aku tak akan pernah memilikinya.
Rasa itu semakin ada, semakin jelas dan tak tersadar semakin dalam. Tapi ketika kenyamanan itu datang aku baru teringat akan cinta yang ku punya, yang sudah ada, yang telah dalam ku rasa. aku melupakan satu cinta yang pernah ada sebelumnya.
Aku terjebak dalam cinta segitiga..
Sungguh tak tega untuk berbuat ini karena ini bukan kemauanku,,aku tak ingin tapi ku tak bisa memilih, ini yang aku lakukan. Akupun tak mungkin meninggalkannya karna aku telah berjanji sehidup semati. Tapi aku juga tak bisa lepas darimu karna rasa nyaman ini hanya darimu aku peroleh. Aku tak ingin menyakiti siapapun. Aku hanya ingin memberi cinta yang membawa kebahagiaan bukan kesakitan.
Maju salah mundurpun juga salah. Biarlah rasa ini ada, dan semoga tak menjadi sengsara dikemudian hari. Aku ingin tetap menjaga cinta di keduanya. Kata “ aku kangen tapi aku sebel” yang terucap dari keduanya menjadi sebuah kata yang makin menjadi aku tak bisa melepaskan kalian..
MAAF BILA KAU TERLUKA
Edited from: id.shvoong.com › Buku › Novel & Novela

crita kamu ato bukan nii..
BalasHapushohoho
bagus2 kok can.. hehe
smangat ya.. =)
iya ceritaku : aku,cinta dan sayang :D
BalasHapus